Templates by BIGtheme NET
Rumah » riau » Paham Radikal Harus Ditangkal Sedini Mungkin

Paham Radikal Harus Ditangkal Sedini Mungkin

PEKANBARU – Radikalisme atau gerakan kekerasan yang mengatasnamakan agama tertentu bukanlah suatu kebenaran. Radikalisme justru sebaliknya mesti ditangkal sebelum paham kekerasan tersebut berkembang di masyarakat.

Demikian dikatakan Dirbinmas Polda Riau, Kombes Pol DR Sugiyono, saat memberikan materi dialog pencegahan radikalisme terorisme bagi media massa di Provinsi Riau, Senin (30/11/15). Peran tokoh agama, masyarakat serta pihak terkait lainnya juga sangat menentukan masa depan paham radikal di Indonesia, khususnya di Riau.

“Yang namanya terorisme yang menyebarkan paham radikalisme sama sekali tidak dibenarkan oleh agama mana pun. Kalau pun ada yang mengklaim dari agama tertentu, itu adalah tidak benar,” kata Sugiyono.

Di Riau sendiri menurut Sugiyono bisa dikatakan relatif aman dari paham radikal. Tetapi hal itu bisa saja sewaktu-waktu terjadi jika seluruh elemen tidak perduli dengan kondisi lingkungan masing-masing untuk menangkap masuknya paham kekerasan tersebut.Sebab menurutnya, gerakan paham radikal masuk dengan cara cuci otak.

Sehingga, ketika paham radikal sudah merasuk menjadi pola pikir (mindset), maka apa pun tindakannya merupakan kebenaran, sementara yang bersebrangan dipandang salah.Sugiono lantas mencontohkan ketika kelompok Tibo di Sulawesi Selatan ingin dieksekusi lalu ditanya permintaan terakhir justru menolak. Dengan alasan, akan dijemput bidadari.

“Inikan namanya mindsetnya sudah terbentuk, jadi apa pun yang pandang orang lain salah,” ujar Sugiono.

Ada pun faktor penyebab radikalisme dan terorisme Umumnya menunjukan kemiskinan, pendidikan marjinaisme, otoritasian. Sementara menurut salah seorang ulama besar di Timur Tengah menyebutkan cara-cara radikal yang selama ini terjadi karena pemahaman oleh teroris yakni, paham takfiri (penkafiran) dan paham extrim terhadap jihad.

Sementara Kasrem 031/WB Nyoman Parawata, saat memberikan paparannya dengan judul peran TNI dalam mengatasi terorisme di Indonesia menyatakan, peran Babinsa merupakan ujung tombak pencegahan.

Salah satunya membentuk mitra kebersamaan dengan polri bersama masyarakat. Acara dialog pencegahan radikalisme terorisme bagi media massa di Provinsi Riau ini sendiri dibuka oleh Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme, Nizamul.

Sumber:mediacenter.riau.go.id

Tentang fkptriau