Templates by BIGtheme NET
Rumah » informasi » BNPT Andalkan FKPT Cegah Terorisme di Daerah
bnpt-andalkan-fkpt-cegah-terorisme-di-daerah-qwoYikkoei

BNPT Andalkan FKPT Cegah Terorisme di Daerah

MAKASSAR – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) menjadi andalan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam memonitor pergerakan dan ancaman radikalisme dan terorisme di masing-masing daerah. FKPT diharapkan bersinergi dengan berbagai lembaga dan instansi terkait agar lebih maksimal.

“FKPT harus bersinergi dengan institusi dan lembaga terkait seperti Gubernur, Walikota, Kanwil Agama, TNI, Polri , Kabinda dan lain-lain. FKPT juga harus bisa mengelola programnya dengan baik karena merupakan andalan BNPT di daerah dan garda terdepan dengan senjata kearifan lokal dalam mencegah kemungkinan aksi terorisme di Indonesia,” ujar Kepala BNPT Komjen (Pol) Saud Usman Nasution pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) FKPT 2015 di Makassar, Selasa (15/12/2015).

“FKPT berperan dalam membantu memonitor, memantau, apa masukan dari masing-masing daerah. Yang jelas terorisme ciri utama cenderung eksklusif, dia hanya bergaul di kalangannya sendiri dan cenderung mengkafirkan orang lain. Kalau ada hal-hal seperti ini di masing-masing daerah, segera koordinasikan dengan aparat keamanan atau konfirmasi kepada kita, agar bisa dikoordinasikan sehingga bisa diambil langkah-langkah pencegahan. Ini namanya deteksi dini,” papar Kepala BNPT.

Menurut Komjen Saud, latar belakang pemikiran dalam pencegahan terorisme ada beberapa hal. Salah satunya, masih adanya upaya untuk menggantikan Pancasilan & UUD 45 sebagai dasar dan falsafah. Tapi ada sebagian WNI menginginkan khilafah.

“Kartosuwiro dengan DI/TII, Kahar Muzakar di Sulsel, dan di Aceh ada GAM. Kemudian menjelma menjadi Jamaah Islamiyah (JI), kemudian diganti Majelis Mujahidin Indonesia, kemudian berganti Jamaah Ansyaruttauhid, dan sekarang berganti ISIS. Apapun namanya semua berganti sesuai kepentingan saat itu. Dulu khilafah dalam negeri, sekarang khilafah global. PR kita semua, sesuai kondisi wilayah masing-masing kearifan lokal sangat menentukan cara bertindak kita,” lanjut Komjen Saud.

Menurutnya, cara bertindak di Makassar dan Jakarta tidak sama. Disitulah diperlukan kearifan lokal. “Kelompok ini berupaya terus membentuk khilafah. Langkah kita ke depan, harus meniadakan kesempatan, supaya mereka tidak bisa berbuat. Syukur-syukur kita bisa mengubah mindset mereka dan ideologi mereka. Bagaimanapun kerasnya seseorang, pasti ada titik lemahnya,” tutur Saud.

Sementara itu, Deputi I BNPT Mayjen (TNI) Agus Surya Bakti menambahkan bahwa FKPT harus solid dalam menjalankan program pencegahan terorisme. Itu penting karena sesuai dengan visi misi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), FKPT mempunyai tugas yaitu memonitor dan mengkoordinasikan pencegahan terorisme di daerah.

“Meski baru seumur jagung, FKPT sudah bisa eksis. Apalagi sekarang sudah 32 FKPT di seluruh Indonesia. Itu artinya FKPT dituntut untuk meningkatkan kinerjanya dalam membangun bangsa ini, melalui pencegahan terorisme,” kata Agus.

Untuk itulah, Agus SB yang segera akan meletakkan jabatannya sebagai Deputi I BNPT setelah mengemban jabatan baru sebagai Pangdam VII Wirabuana, berpesan agar pengurus FKPT bisa meningkatkan soliditas internal. Selain itu, lanjut Agus SB, FKPT harus bisa meningkatkan pemetaan secara berkala potensi radikal terorisme di daerah sebagai bahan kebijakan pencegahan terorisme di daerah. Sesuai visi dan misinya, BNPT bertugas merumuskan kebijakan, merumuskan strategi, dan melaksanan program penanggulangan terorisme. Hal ini harus benar-benar dipahami oleh seluruh pengurus FKPT.

sumber:http://news.okezone.com/read/2015/12/15/340/1267881/bnpt-andalkan-fkpt-cegah-terorisme-di-daerah

Tentang fkptriau