Templates by BIGtheme NET
Rumah » informasi » Tangkal Paham Radikal, Polres Inhil Gelar Tablig Akbar, Bupati Wardan Tingkatkan Magrib Mengaji
20160301_104927

Tangkal Paham Radikal, Polres Inhil Gelar Tablig Akbar, Bupati Wardan Tingkatkan Magrib Mengaji

TEMBILAHAN – Untuk menangkal masuknya paham radikal ISISĀ  ke negeri seribu parit, Polres Inhil menggelar tablig akbar, Selasa (01/02/2016).

Acara yang digagas Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono ini, dihadiri oleh Bupati Inhil HM Wardan bserta istri, Wakil Ketua Dprd H.Mariyanto, Wakil Ketua Dprd Ir.Syahruddin serta Angota DPRD Lainnya, Forkopinda Dharma, Tokoh Agama dan ribuan masyarakat Kabupaten Inhil.

Sebagai penceramah, Polres Inhil menghadirkan Ust. Abdurrahman Ayyub (Staf Ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dan Ust.Maududi Abdullah dari jakarta. Selain itu kegiatan Ini Juga Menampilkan Habsy Polres Inhil Serta Tanya Jawab Dengan Kedua Ustad.

Bupati Inhil, HM Wardan mengapresiasi kegiatan tablig akbar yang digelar oleh Polres Inhil ini dalam mengantisipasi masuknya paham ISIS maupun paham-paham Redikalisme lainnya dan mendorong terciptanya kondisi stabilitas yang baik yang ada di Kabupaten Inhil.

“Saya mengharapkan ini merupakan informasi yang berharga tentunya, kita bisa meyampaikan kepada sanak keluarga kita, kepada lingkungan kita akan begitu bahaya nya gerakan-gerakan yang dilakukan ISIS,” ujar Wardan.

Wardan pun menjadi lebih optimis dengan program magrib mengajinya sebagai antisipasi dini terhadap doktrin sesat aliran radikal, karena minimnya ajaran agama islam yang ada di sekolah umum.

“Program yang kita sudah canangkan magrib mengaji harus lebih tingkatkan untuk memenuhi ke kurangan-kekurangan pendikan-pendikan agama yang ada di sekolah,” ungkap bupati kelapa ini.

Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono berharap dengan kegitan tablig akbar tersebut, masyarakat bisa memahami, menanggulangi dan mengantasipasi tentang gerakan radikal.

Hadi juga berharap kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh Polres, tetapi juga dilanjutkan hingga ke ibu kota kecamatan. “Kita himbau kepada Kapolsek agar kegiatan ini bisa dilanjutkan dan diaktifkan,” ungkap Hadi.

Ust. Abdurrahman Ayyub dalam menyampaikan ceramahnya menekankan agar masyarakat berhati-hati dalam memahami sebuah pemahaman yang baru dan tidak baku. Dikatakan Ayub ciri utama jaringan radikal tersebut melakukan komonikasi dengan pengikutnya dengan cara baiat, atau mengajak mengaji secara tertutup.

Ustadz yang pernah bergabung pada jaringan Abu Bakar Ba’syir, Ustadz Ayyub juga mengatakan ada dua cara yang di tawarkan oleh kaum radikal kepada calon pengikutnya. yaitu aspek uang dan surga.

“Jika mereka sudah kaya maka ISIS akan menawarkan surga, dan jika mereka miskin maka tawaran yang datang adalah dolar,” ungkapnya. (van)

sumber:portalriau.com

Tentang fkptriau