Templates by BIGtheme NET
Rumah » informasi » Orang Tua Bekali Anak Ilmu Agama Tangkal Faham Radikalisme

Orang Tua Bekali Anak Ilmu Agama Tangkal Faham Radikalisme

SELATPANJANG – Paham radikalisme yang mengatasnamakan islam mulai marak di Indonesia, kondisi ini sangat memprihatinkan karena cendrung merusak dan mengganggu kondusifitas sosial masyarakat.

Agar kondisi ini tidak terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Wakil Bupati H Said Hasyim menghimbau kepada orang tua untuk membekali anak dengan ilmu agama yang kuat.

“Kepada orang tua saya meminta beri bekal ilmu agama kepada anak agar mereka mengerti dan tidak terjerumus kedalam faham radikalisme dan terorisme,” ujarnya dihadapan jemaah masjid Agung Darul Ulum Selatpanjang dalam acara Tablig Akbar dengan tema Bahaya Radikalisme dan Terorisme, Selasa (15/3/2016) malam.

Dijelaskan Said Hasyim, dengan dangkalnya ilmu agama, umat islam akan mudah diadu domba bahkan di negara arab sendiri islam sesama muslim bisa saling bunuh.

“Jadi mari kita tangkal bahaya faham radikal ini dengan membentengi anak ilmu agama, kedepan kita akan memprogramkan tiap anak tamat SD wajib punya ijazah Madrasah,” jelasnya.

Selain itu agar fihak-fihak tak bertanggungjawab bebas menyebarkan faham sesat tersebut, Wabup juga mengajak peran aktif masyarakat untuk memantau setiap pergerakan yang mencurigakan, jika ditemukan segera laporkan kepada pihak terkait.

“Orang tua dan masyarakat dapat memberikan kontribusi dengan memantau gerakan yang mencurigakan minimal dilingkungan masing-masing,” paparnya.

Dalam acara yang menghadirkan pembicara Al-Ustadz Abu Thohir, LC MA dan turut dihadiri Kapolres Meranti AKBP Pandra, Ka Kejari Selatpanjang, Para Pejabat dan pegawai dilingkungan Pemkab. Meranti, dikupas tuntas bahayanya faham radikalisme dan terorisme dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.

Dipaparkan Al-Ustadz Abu Thohir, saat ini tak sedikit masyarakat khususnya para pemuda yang terjebak dalam perbuatan radikalisme yang bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW, melakukan tindakan kekerasan, pengeboman dan lainnya padahal islam merupakan ajaran yang Rahmatan Lillalamin, peduli kepada masyarakat dan lingkungan.

Penyebabnya tak lain adalah akibat tidak paham dan dangkalnya ilmu serta kurangnya bimbingan dari para ulama untuk bertindak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad. Oknum tidak bertanggungjawab dengan piawainya membakar semangat lewat penampilan dan kata-kata yang begitu meyakinkan sehingga mampu menjebak masyarakat kedalam tindakan radikalisme yang sesungguhnya jauh dari ajaran islam.

Jika dibiarkan faham radikalisme salah satu yang terkenal adalah ISIS, bukan saja merusak diri tapi akan memunculkan semua keburukan bagi manusia disegala sektor.

Untuk itu, Abu Thohir menghimbau khususnya para pemuda untuk menyisihkan waktunya bergabung dalam majelis ulama agar mendapatkan ilmu sebagai bekal menangkal paham-paham radikalisme tersebut.

Dan bagi yang terlanjur masuk atau terjerumus diminta segera bertobat dengan terus memperdalam ilmu agama agar tidak kembali terjerumus.

“Taatlah kepada Allah dan ajaran Rasulullah dan para oemimpin kaum muslimin, islam selalu mengajarkan kemaslahatan bagi semua,” ucapnya mengakhiri. (van)

Sumber: mediacenter.riau.go.id

Tentang fkptriau