Templates by BIGtheme NET
Rumah » news » Da’i Berperan Penting Dalam Menghentikan Laju Paham Radikalisme

Da’i Berperan Penting Dalam Menghentikan Laju Paham Radikalisme

PEKANBARU –– Radikalisme yang berujung pada terorisme menjadi masalah penting bagi umat Islam Indonesia dewasa ini.Dua isu itu telah menyebabkan Islam dicap sebagai agama teror dan ummat Islam dianggap menyukai jalan kekerasan suciĀ  untuk menyebarkan agamanya, sekalipun anggapan itu mudah dimentahkan, namun fakta bahwam pelaku teror di Indonesia adalamih seorang muslim garis keras sangat membebani psikologi umat Islam secara keseluruhan.

Hal itu disampaikan Ketua FKPT Provinsi Riau H Nizamul, dalam sambutannya saat membuka kegiatan Dialog pelibatan Dai dalam program Islam damai untuk pencegahan paham radikalisme – terorisme di Provinsi Riau, Rabu (19/10) dihotel Alfha Pekanbaru.

Dijelaskan, dalam konteks pembangunan ummat Islam secara mikro, dan bangsa Indonesia secara makro ke depan, baik dari sisi pembangunan politik, ekonomi, maupun budaya, jelas situasi ini sangat kontra produktif dan tidak menguntungkan dari aspek manapun, lebih-lebih dari aspek keutuhan persaudaraan ummat Islam dan keutuhan Indonesia sebagai sebuah bangsa.

“Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dalam menangani masalag radikalisme dan terorisme sangat diharapkan. Salah satunya seperti yang dilaksanakan hari ini, yakni bersama para Dai,” kata Nizamul.

Tujuanya menurut Nizhamul adalag untuk mempersempit ruang gerak radikalisme dan terorisme, serta kalau perlu menghilangkan sama sekali. Dalam konteks diatas, peran Dai sangat penting dalam menghentikan laju radikalisme Islam.

“Ini juga sejalan dengan menjamurnya ormas-ormas Islam pasca reformasi, peran Dai dianggap pintu efektif bagi penyebaran dakwah Islam,” pungkasnya.

Dia menambahkan, pencegahan radikalisme dan terorisme merupakan tugas bersama segenap elemen masyarakat. Pasalnya, radikalisme dan terorisme merupakan musuh bersama (cammon enemy) kemanusian.

Pemerintah dan aparatnya menurut mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Riau itu, tidak akan sanggup dalam upaya pencegahan jika tidak melibatkan peran tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, pendidik, dan lainnya.

Diperlukan upaya senergi seluruh pemangku kepentingan di pusat dan di daerah untuk memperkuat ketahanan masyarakat dari ancaman radikal terorisme.

“Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan segenap unsur pendidikan yang menjadi opinion leader di dalam masyarakat, harus dapat memberikan pemahaman konprehensif mengenai pentingnya penguatan dan implementasi nilai-nilai budaya lokal, yang sejalan dengan nilai kebangsaan,”ungkapnya.

Dialog sehari tersebut menghadirkan beberpara orang narasumber seperti Prof Dr Syhril Harahap, dari UIN Medan, Redion Sinaga dari Polda Riau, dan Kabag TU Kanwil Kemenag Riau Drs M Saman S Sos MSi. (MC Riau/mad/rls)

Sumber: http://mediacenter.riau.go.id/read/25338/dai-berperan-penting-dalam-menghentikan-laju-.html

Tentang fkptriau